Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kepala PPPPTK PKn dan IPS: Tingkatkan Kreativitas Masing-Masing Unit

Kepala PPPPTK PKn dan IPS Drs. H. Subandi, M.M. menyampaikan arahan pada acara rutin Jumat Pembinaan Pegawai setelah Senam Pagi bersama (4 Januari 2019).  Dalam sesi tersebut, beliau mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga budaya 5K (Kedisiplinan, Kebersihan, Kerapihan, Ketertiban, dan Keindahan). 

Kepala PPPPTK PKn dan IPS Drs. H. Subandi M.M. menyampaikan arahannya dalam kegiatan rutin Jumat Pembinaan Pegawai, (4 Januari 2019)Kepala PPPPTK PKn dan IPS Drs. H. Subandi M.M. menyampaikan arahannya dalam kegiatan rutin Jumat Pembinaan Pegawai, (4 Januari 2019)

 

Berkaitan dengan kerapihan, Bapak Subandi menyentil tentang mengenakan pakaian seragam yang beberapa pegawai belum kompak mengenakannya dan rambut beberapa pegawai yang dinilai belum rapi.

“Sebagai ASN, kerapihan merupakan salah satu yang dinilai oleh atasan langsung,” ujar beliau.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan, kerapihan rambut dan pakaian hendaknya diperhatikan dan dilaksanakan, apalagi mengingat PPPPTK PKn dan IPS sebagai lembaga pendidikan yang memberikan layanan kepada pelanggan guru dan tenaga kependidikan. Demi kerapihan pakaian kerja tersebut, Bapak Subandi menghimbau sebagai berikut:

  1. Senin dan Kamis, memakai kemeja putih celana hitam 
  2. Selasa, mengenakan baju adat tradisional, perlambang Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari Pendidikan Pancasila yang disuarakan lembaga
  3. Rabu, memakai kemeja batik seragam 
  4. Jumat, memakai kemeja batik bebas (pagi membawa pakaian olahraga)

Beberapa rencana lembaga juga disampaikan Bapak Subandi pada kesempatan ini. Yang pertama adalah rencana pengadaan lapangan futsal. Beliau berharap pegawai dapat memanfaatkan sarana olahraga tersebut untuk melatih keterampilan olahraga, sehingga pegawai tidak hanya memiliki kompetensi dalam bekerja tetapi juga bugar dan terampil berolahraga (multiskill employee). Konsep pegawai yang memiliki banyak keterampilan ini merupakan faktor yang telah diperhatikan dalam rekruitmen pegawai.

Yang kedua adalah rencana Subbag Tata Laksana dan Kepegawaian untuk menerapkan reward and punishment bagi pegawai sebagai salah satu bentuk program Penguatan Manajemen SDM dalam Reformasi Birokrasi lembaga (Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM). Rencananya, penghargaan akan diberikan kepada pegawai yang tertib dalam melaksanakan rekam presensi sesuai waktu kerja yang ditentukan dan jarang absen, sedangkan hukuman akan dijatuhkan pada pegawai yang melanggar kedisiplinan waktu kerja (terlambat hadir, pulang awal, pegawai 704 atau yang pulang setelah melakukan rekam presensi). Penghargaan dan hukuman ini akan diumumkan setiap upacara atau pada tiap Jumat Pembinaan Pegawai.

Ketiga, Bapak Subandi berharap lembaga semakin dikenal. Itu menuntut kesiapan lembaga melalui RBI. Untuk mendukung hal tersebut, beliau minta para widyaiswara semua departemen bekerja sama mengaktifkan kembali seminar kolegial mingguan. Akhir bulan, beliau minta kesiapan file paparan materi standar tentang Penguatan Implementasi Nilai Pancasila yang di antaranya berupa Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, dan Antikorupsi. Penguatan Implementasi Nilai Pancasila merupakan program bervisi nasional yang dapat menjadi ikon lembaga. Tantangan bagi para widyaiswara adalah bagaimana mengembangkan program tersebut dengan pembelajaran yang menyenangkan. Demi kemajuan akademis, lembaga harus siap sedia menyongsong dengan kreativitas masing-masing unit.

Pembinaan pegawai rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi setelah senam bersama.
Pembinaan pegawai rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi setelah senam bersama.

 

Berkaitan dengan tantangan kemajuan akademis, Bapak Subandi menyampaikan tentang tiga komponen Proyeksi Pendidikan Abad ke-21 yang pernah disampaikan mantan Mendikbud Anies Baswedan, yaitu:

  1. Akhlak/Karakter
    • Karakter ada dua, yaitu: akhlak moral (iman dan takwa, jujur, rendah hati) & akhlak kinerja (kerja keras, ulet, tangguh, tak mudah menyerah, tuntas). 
  2. Kompetensi
    • Kompetensi terdiri dari 4K: Berpikir Kritis, Komunikatif, Kreatif, dan Kolaboratif.
  3. 3. Literasi 
    • Diartikan sebagai keterbukaan wawasan, dapat berupa literasi baca, literasi budaya, literasi keuangan, literasi ekonomi, dsb.

Terakhir, Bapak Subandi menyampaikan agenda penerimaan tamu dari Universitas Langlang Buana Bandung pada 4 Februari 2019 sebanyak 43 orang. Untuk yang akan datang akan semakin banyak kunjungan ke lembaga. Berkaitan dengan pelayanan kunjungan, izin cuti bagi pegawai harus dikelola sehingga program dan layanan lembaga tidak sampai terhambat oleh kosongnya pegawai. 

 

Search