Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (01)

Belajar di Sir Louis Matheson Library Monash University

Pada Selasa, 5 Maret 2019, peserta pelatihan berkesempatan mengunjungi perpustakaan Sir Louis Matheson di Monash University, Clayton. Kita beruntung bisa mengeksplorasi koleksi-koleksi Indonesia yang berada di perpustakaan tersebut. Seperti Jawi Collection, Balai Pustaka Collection, Koran-koran Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang, koleksi Sin Po, buku tokoh-tokoh Indonesia yang kuliah di Australia. Novel Azab dan Sengsara terbitan Balai Pustaka (1920) ataupun koran-koran sebelum proklamasi kemerdekaan masih tersimpan dan tertata rapi di sana. 

Menurut Anita Dewi, orang Indonesia yang bekerja di perpustaakaan tersebut, Sir Louis Matheson Library menyediakan sumber daya ilmiah, fasilitas belajar, dan program pengembangan keterampilam penelitian untuk memperkuat kegiatan pembelajaran, pengajaran dan penelitian mahasiswa. Perpustakaan ini memiliki koleksi antara lain bidang Seni, Ilmu Sosial, Bisnis Ekonomi, dan Pendidikan. Juga memiliki 4 koleksi bahasa, yakni Bahasa Indonesia, China, Korea dan Jepang.

Banyak hal didapat dari hasil kunjungan peserta pelatihan utusan PPPPTK PKn dan IPS ini ke Sir  Louis Matheson Library Monash University. Sangat mungkin, ilmu yang telah diperoleh akan diterapkan di perpustakaan sekolah Indonesia. Dan salah satau pembelajaran yang bisa ditiru adalah program OBL (Object Based Learning). Belajar dari sumber-sumber belajar  yang ada di perpustakaan dengan menciptakan  kegiatatan pembelajaran otentik dan penilaian yang menggunakan sumber otentik. OBL diyakini akan membuat siswa lebih tertarik, termotivasi, dan tuntas menyelesaikan tugas. Dan yang lebih penting, siswa didorong untuk berpikir kritis dalam pembelajaran.  

 

 

Dengan didukung sarana dan prasarana serta sumber daya pengelola yang profesional. Perpustakaan ini sangat luar biasa.  Penyimpanan dokumen berupa surat kabar, majalah atau buku serta perangkat lainya seperti dokumen audio visual , alat cetak surat kabar tertata dengan sangat rapi dan diperkirakan tidak akan mudah rusak dimakan usia.

 

Kontributor: Gatot Malady, B. Suparlan, Muizzatul Mutsaniah

Foto: Noli Wibowo

 

 

 

Search