Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (05)

Critical and Creative Thinking, Friday Prayer,  and Existence of Hongkong Market

 

(Melbourne, 8 Maret 2019). Semakin hari semakin banyak ilmu, pengetahuan, dan inspirasi yang kami dapatkan. Hal ini yang membuat kami senantiasa mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat. Apalagi kali ini materi yang disampaikan sangat berkaitan dengan inti dari diklat, yakni critical and creative thinking. Ini adalah materi pengantar sebelum mengikuti materi untuk dua minggu ke depan. Kami beruntung karena bisa mendapatkan materi tersebut dari akademisi yang telah melakukan penelitian tentang topik di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia. Beliau adalah Agus Mutohar, Ph.D.

 

Critical and Creative Thinking

Agus Mutohar menjelaskan bahwa penerapan kemampuan berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) di Australia relatif berhasil. Keberhasilan dalam menerapkan proses pembelajaran ini menjadi satu bahan kajian menarik bagi para guru peserta diklat untuk kemudian dapat diterapkan dan dibagikan di Indonesia. Proses pembelajaran critical and creative thinking penting untuk diterapkan karena berkaitan dengan output dan impact pendidikan yang luar biasa bagi pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik pada masa yang akan datang.

Untuk menerapkan pembelajaran kritis dan kreatif (critical and creative thinking), guru harus melakukan perencanaan dengan sebaik-baiknya. Di Australia, semua guru dituntut memiliki kemampuan lebih dalam mengeksplorasi dan merangsang daya pikir peserta didik. Kemampuan tersebut dituangkan oleh guru dalam rencana pembelajaran (lesson plan).

Agus Mutohar menandaskan bahwa keberhasilan proses pembelajaran kritis dan kreatif (critical and creative thinking) yang diterapkan di Australia sangat tergantung pada empat komponen, yaitu proses inquiry, proses membuat dan merangsang ide-ide baru, menganalisa ide-ide, dan merefleksikan dengan kemampuan berpikir metakognitif. Keempat komponen inilah yang dituangkan dalam oleh guru lesson plan dan work sheet atau Lembar Kerja Siswa.

 

 Salat Jumat

 

Pada pukul 13.10, peserta diklat khususnya yang laki-laki diberikan kesempatan untuk beribadah salat Jumat. Ibadah tersebut dilaksanakan di Sport Centre Monash University. Sementara itu, peserta wanita diberikan kesempatan untuk melakukan observasi di sekitar lingkungan Monash University. Salat Jumat dilakukan setelah pembacaan khutbah oleh khotib, dan diikuti oleh ratusan jemaah. Usai salat, kami memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dan silaturahmi dengan jemaah dari berbagai latar belakang negara, khususnya Indonesia.   

 

Hongkong Market

 

Setelah Salat Jumat, kami diberi kesempatan untuk menuju salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kawasan Clayton, Melbourne, yaitu Clayton Market. Di kompleks ini banyak pertokoan berjajar yang teratur dan bersih. Kami menjumpai banyak toko yang ternyata adalah milik warga keturunan Tionghoa. Salah satu toko terbesar yang ada di sana adalah Hongkong Market. Toko ini serba lengkap sehingga menjadi tujuan para peserta short course untuk mempersiapkan berbagai keperluan sehari-hari yang harus dipenuhinya, termasuk menyediakan aneka sayur, daging, tempe, bumbu dapur, dan makanan lain yang berasal dari Indonesia, sesuatu yang sangat kami rindukan setelah hampir sepekan kami di Australia. 

 

 

 

Kontributor: Gatot Malady, Suparlan

Foto: Gatot Malady, Noli Wibowo

Penyunting: Tricahyo Abadi 

Search