Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (06)

Jalan Kaki yang Membudaya

 

(Melbourne, 9 Maret 2019). Culture Shock, menurut Wikipedia, "is an experience a person may have when one moves to a cultural environment which is different from one's own; it is also the personal disorientation a person may feel when experiencing an unfamiliar way of life due to immigration or a visit to a new country, a move between social environments, or simply transition to another type of life." Dan ini sangat saya rasakan.

 

 

Kecemasan-kecemasan itu mulai terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki ke Melbourne, Australia. Pengetahun yang kami dapatkan pada saat pre departure di Jakarta terus menghantui. Mulai dari ketatnya bandara, barang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa, toilet kering (maaf), hingga cara memakai peralatan dapur. Itu membuat kami (terutama saya) makin cemas.

 

 

Satu hal yang saya amati adalah kebiasaan jalan kaki orang sini (Melbourne, Australia). Jika di rumah, kemana-mana kita menggunakan kendaraan, biasanya sepeda motor. Ke tempat kerja, mengantar anak sekolah, belanja, bahkan ke warung seberang jalan pun menggunakan kendaraan. Dan, merupakan hal yang aneh jika ada yang jalan kaki, baik bagi pejalan kaki maupun bagi orang lain. Sementara, orang sini rata-rata berjalan kaki. Di kampus Monas University yang demikian luas, semuanya berjalan kaki. Di tengah kota Melbourne, juga banyak sekali pejalan kaki. Untuk orang sini, berjalan kaki 1-2km itu biasa. Menariknya lagi, gesture pejalan kaki di sini hampir serupa. Ketika berjalan kaki, badan ditegakkan, dagu ditarik ke belakang, pandangan lurus ke depan, fokus, dan bergegas bahkan cenderung setengah berlari. Ini kontras dengan kami yang baru beberapa hari di Melbourne. Jalan santai, menikmati suasana, sambil ngobrol, dan kalo rombongan, memenuhi jalan. karena seperti ini, saya sendiri, beberapa kali hampir di seruduk oleh pesepeda dan pemakai skate board.

 

 

Akhirnya sejak beberapa hari terakhir, saya berkomitmen untuk lebih banyak jalan kaki dan segera beradaptasi dengan gesture mereka. Apalagi, manfaat jalan kaki yang bisa didapatkan di antaranya baik untuk kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, mengurangi risiko kemungkinan terkena stroke, obesitas, radang sendi, serta beberapa jenis kanker.

 

Kontributor / Sumber : A.M. Marfianto
Dokumentasi : Gatot Malady
Editor : M. Toni Satria Dugananda
   

 

Search