Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (07)

Australian Curriculum Overview and Thinking about Thinking

 

(Melbourne, 11 Maret 2019) Peserta Diklat Guru dari PPPPTK PKn IPS selama lima hari pertama telah mendapatkan materi dan pengalaman yang luar biasa menarik dan berkualitas dari para doktor, kandidat doktor, master, dan akademisi Monash University yang berasal dari Indonesia dan Australia.

Maka mulai hari Senin (11 Maret 2019), kami bersemangat untuk menerima materi Pembelajaran HOTS secara langsung dari para profesor dan doktor pakar pendidikan di Education Faculty, Monash University. Bertempat di Learning and Teaching Building (LTB) Room 381 Lantai 3, kami menjalani tiga kegiatan, yakni Orientasi Program, Australian Curriculum Overview, dan Thinking about Thinking.

 

 

Sebelum materi Orientasi Program, pihak universitas memberikan sambutan resmi yang disampaikan oleh Professor Graham Parr. Beliau kemudian mengajak kami untuk melakukan acara seremonial penghormatan yang menjadi semacam kearifan lokal yang dilestarikan di kampus, yakni sebuah penghormatan formal kepada masyarakat adat dan tanah adat tempat bangunan kampus berdiri. Hal ini didasari pada sikap kerendah-hatian sebagai seorang tamu atau pendatang kepada penduduk atau warga lokal. Sebuah sikap yang bagi kami benar-benar mengagumkan. Setelah penghormatan selesai, beliau mempersilakan perwakilan dari kami untuk memberikan sambutan. Setelah sambutan selesai, kegiatan kemudian difasilitasi oleh dekan fakultas, Prof. Gillian Kidman, dosen Monash Unversity yang juga merupakan pakar Pembelajaran HOTS di Australia untuk menjadi narasumber dan fasilitator dari ketiga kegiatan yang telah direncanakan.

 

 

Professor Gillian Kidman menjelaskan tentang Orientasi Program. Orientasi ini penting dilakukan agar peserta memahami secara umum tentang materi yang akan dipelajari, pengalaman yang akan didapatkan dan hal-hal umum tentang bagaimana diklat dilaksanakan. Beliau menjelaskan bahwa terdapat tujuh kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta diklat, yakni: presentasi, diskusi, kunjungan ke dua sekolah (elementary school dan secondary school), wadah kreatifitas, refleksi harian, presentasi proyek, dan kunjungan ke luar kota. Ketujuh program tersebut didesain sedemikian rupa agar peserta diklat aktif dan interaktif dalam kegiatan menggali segala pemahaman tentang Pembelajaran HOTS dalam kurikulum Pendidikan di Australia.

 

Professor Gillian Kidman menjelaskan tentang Orientasi Program. Orientasi ini penting dilakukan agar peserta memahami secara umum tentang materi yang akan dipelajari, pengalaman yang akan didapatkan dan hal-hal umum tentang bagaimana diklat dilaksanakan.

 

Selanjutnya, Prof Gillian Kidman kemudian menyampaikan materi Australian Curriculum Overview secara interaktif. Dalam kurikulum Pendidikan Australia, terdapat tiga dimensi/komponen. Pertama yaitu tiga prioritas lintas kurikulum yang terdiri dari sustainability (berkelanjutan), Asia and Australia’s engagement with Asia (hubungan Asia dan Australia dengan Asia), dan Aboriginal and Torres Strait Islander Histories and Cultures (Sejarah dan Budaya Aborigin dan Kepulauan Selat Torres). Kedua yaitu tujuh kemampuan umum yang meliputi literasi, numerasi, kemampuan TIK, berpikir kritis dan kreatif, kemampuan sosial dan personal, pemahaman antarbudaya, dan pemahanan etis. Ketiga yaitu delapan subjek atau mata pelajaran yang meliputi: Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Sejarah, Geografi, Ekonomi Bisnis, Civics dan Kewarganegaraan, Seni, Pendidikan Kesehatan dan Jasmani, Bahasa-bahasa, Teknolog dan desain, serta Teknologi Digital.

Di dalam kurikulum Australia, berpikir kritis dan kreatif harus dibangun di dalam setiap mata pelajaran. Di kelas ini, Prof. Gillian ditemani oleh Dr. Hazel Tan dan Roland Gesthuizen. Materi Thinking about Thinking terakhir disampaikan dengan sangat menarik. Prof Gillian dan tim mengarahkan kami berdiskusi bersama kelompok untuk menjelaskan aktivitas berpikir dalam bentuk gambar dan mencipta sebuah karya. Karya-karya unik dan menarik pun tercipta. Dilanjutkan dengan semua peserta berkunjung ke kelompok lain dan mencatat satu pertanyaan untuk masing masing kelompok kemudian dikomunikasikan. Melalui kegiatan ini kami diajak untuk tidak sekadar mengetahui secara kognitif tentang arti materi, tapi juga lebih dari itu, kami mengalami sendiri secara afektif dan psikomotorik tentang materi tersebut. Sungguh, ini merupakan pengalaman belajar yang Lluar biasa.

 

Kontributor: Gatot Malady, Muhammad Hari

Foto: Noli Wibowo

Penyunting: Tricahyo Abadi

Search