Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (08)

HOTS Activities, HOTS Classroom Environment

(Melbourne, 12 Maret 2019). Di gedung Mannix College, Monash University, Selasa, 12 Maret 2019,

Peserta pelatihan program HOTS For Social Science Teacher mendapatkan materi tentang  Defining Higher Order Thinking Skill (HOTS). Professor Gillian Kidman menjelaskan bahwa teori Bloom sampai sekarang masih relevan untuk digunakan di dunia pendidikan. Teori Bloom muncul tahun 1956 dan  pada dasarnya teori ini hanyalah sebuah ide atau gagasan dari pemikirannya, tanpa melalui sebuah penelitian dan data. Taksonomi Bloom meliputi: (1) Knowledge; (2) Comprehension; (3) Application; (4) Analysis; (5) Synthesis; (6) Evaluation. Dan telah direvisi oleh mahasiswa bimbingannya, Anderson dan Krathwohl  (2001), menjadi: (1) Remember; (2) Understand; (3) Apply; (4) Analyze; (6) Evaluate; (7) Create

  

 

Secara Hierarki tahapan berpikir di awali dengan remember dan di akhiri dengan create. Tetapi berpikir itu bukan berbicara masalah hirarki tetapi berpikir itu proses alami untuk belajar. Jika kita memaksakan bepikir hirarki maka dimungkinkan terjadi kegagalan dalam proses pembelajan antara lain peserta didik akan bosan. Melalui percobaan membuat pesawat kertas dan  percampuran warna pada susu yang ditetesi detergen, diketahui bahwa tidak selamanya  remember lebih mudah daripada evaluasi. Tetapi tergantung pada kedalaman  dimensi level of knowledge (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif). Mengingat pada level  prosedural akan lebih tinggi tingkatannya dibandingkan mengevaluasi pada tahap faktual. 

 

 

Pada sesi kedua, Fida Sanjakdar memberi pengalaman belajar  tentang HOTS Activities, dalam HOTS ada tiga tujuan ( problem understanding, digger deeper, investigating implications). Kelas dibagi menjadi 12 kelompok dengan tema “bagaimana menjadi warga Negara yang ideal”  dan masing masing kelompok mengerjakan satu aktivitas pembelajaran HOTS yang meliputi aktivitas (1) Compare and Contrast; (2) K-W-L Chart; (3) Sort, Rank, Classify; (4) See, Hear, Feel, Wonder; (5) Brainstorm: Bubble Maps; (6) Who,What. When, Where, Why; (7) Justify Your points; (8) Solving Problem; (9) Cause, Effect, Implications; (10) Plus,Minus, Interesting (PMI): (11) Generalise to a different context; (12) Draw Your own mind map.

 

 

Sesi selanjutnya, Fida Sanjakdar menjelaskan tentang HOTS and classroom Environment yang meliputi dua komponen utama: (1) fisik ruang kelas atau lay out kelas yang mendukung suasana kelas dapat berkolaborasi dan menciptakan lingkungan belajar dengan kemampuan tingkat tinggi di mulai dari susunan atau tatanan meja dikelassehingga siswa dapat berbagi ide. (2) lingkungan emosional, yaitu membuat ikatan dengan siswa melalui pujian pujian ketika melakukan pembelajaran tingkat tinggi sehingga dapat  memancing siswa beropini karena dibangun dari lingkungan yang positif. Selain itu Guru dan siswa dapat melakukan negosiasi karena negosiasi akan membuat siswa lebih memahami akan sebuah konsekuensi. Untuk mengaplikasikan lingkungan kelas HOTS, peserta pelatihan diberi tugas untuk membuat working wall dengan tema bebas. Strategi yang digunakan untuk mengembangkan kelas HOTS: (1)  transfer,  dengan membangun pertanyaan tingkat tinggi; (2) Critical Thinking, memberi pertanyaa terbuka dengan jawaban yang banyak; (3) Problem Solving, memancing  beropini dalam menyelesaikan masalah. Selanjutnya hasil  Working wall masing masing kelompok ditempel dan di observasi kelompok lain. 

 

 

Sesi terakhir, Gillian Kidman meminta Peserta pelatihan untuk membuat refleksi dan proyek pelaksanaan pembelajaran tentang: (1) Apa yang kita ketahui, apa ide baru tentang kemampuan berpikir? (2)Dimanakah ide tersebut datang? (3) Apakah maknanya untuk 2 minggu ke depan? Apa maknanya unuk kelas kita kedepannya?  (4) Apa maknanya untuk kelas di Indonesia? 

 

----------------------------------------------------------------------

Kontributor / Sumber : Gatot Malady, Muizzatul Mutsaniah, Jatim Kristina , Nur Cholilah, Hanifah
Dokumentasi : Noli Wibowo
Editor : Alvisah
Dipublikasikan Oleh : Seksi Data dan Informasi P4TK PKn dan IPS Kemendikbud

 

 

Search