Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (09)

 Assessing HOTS

 (Melbourne, 14 Maret 2019). Peserta pelatihan program HOTS for Social Science mendapatkan materi tentang  Assessing Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Rabu, 13 Maret 2019. Senyum dan canda yang khas dari pemateri Nicola Sum mengawali brainstorming dengan para peserta. Bertempat di Mannix College, sesi 1 dimulai dengan diskusi dan mereview materi yang telah kami pelajari sebelumnya; “apa itu HOTS?”. Tiap kelompok diminta untuk menyampaikan pendapatnya.

 

 

 

 

 

 

Penting diketahui ketika guru dalam pembelajaran ingin meningkatkan level berpikir siswa maka guru juga harus mengimplementasikan HOTS dalam kegiatan belajar serta membuat suasana yang kondusif di dalam kelas. Hal yang harus dilakukan guru adalah 1) identifikasi penilaian, 2) bagaimana guru melihat pendekatan HOTS terhadap kegiatan siswa, 3) melihat outcome kurikulum terhadap penilaian, 4) menganalisis penilaian HOTS, 5) mengaplikasikan pengalaman HOTS untuk perbaikan dimasa depan. Berikutnya peserta pelatihan diminta untuk mengisi refleksi diri berupa pertanyaan mengenai mengapa saya menilai siswa-siswa saya dengan pilihan jawaban sering, kadang-kadang dan jarang. Kemudian hasil refleksi diri didiskusikan dengan kelompok.

 

 

Guru perlu melakukan penilaian terhadap siswa dengan tujuan 1) untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa, 2) seberapa banyak keberhasilan guru dalam mengajar, 3) seberapa jauh siswa belajar, dan 4) seberapa jauh kita membuat follow up dari penilaian tersebut. Ada 3 (tiga) jenis assessment (penilaian) yang dapat dilakukan yaitu assessment of learning berupa penilaian sumatif, assessment for learning berupa penilaian formatif dan assessment as learning yang digunakan untuk refleksi bagi guru ke depannya.

 

Kegiatan berikutnya masing-masing kelompok diberikan amplop berisikan beberapa kertas. Kelompok diminta untuk memilih dan mengelompokkan kertas tersebut termasuk ke dalam penilaian sumatif atau formatif. Selanjutnya tiap kelompok diminta untuk berkunjung ke dalam satu kelompok lain dan mengoreksi jawaban tersebut dengan melihat jawaban yang benar melalui tayangan proyektor.

 

Pada sesi kedua Nicola Sum menyampaikan materi Engaging Higher Order Thinking Skill (HOTS). ketika guru mempunyai penilaian HOTS maka guru harus memperhatikan taksonomi Bloom dimana : 1) pertanyaan tersebut sudah direncanakan dan ditulis script terlebih dahulu, 2) berupa pertanyaan lanjutan dan pertanyaan terbuka, 3) membuat siswa untuk berpikir, 4)mengkolaborasikan respon siswa, 5) tidak berupa pertanyaan mengingat tapi pertanyaan aktif, 6)guru tidak hanya merancang pembelajaran tapi merancang pertanyaan, 7)guru harus klarifikasi jawaban jika ada siswa yang tidak mengerti. Pada sesi ini dilanjutkan dengan pemutaran video proses pembelajaran problem solving di Australia yang menggambarkan guru memberi pertanyaan kepada siswa, menanyakan pengalaman sebelumnya kepada siswa dan pertanyaan tersebut berupa pertanyaan membimbing.

 

 

Pada sesi yang sama materi berikutnya adalah Understanding by Design terdiri dari stage 1 outcome, stage 2 evidence dan stage 3 learning plan. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan contoh materi enterpreneurship dimana pada stage 1 guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan siswa akan memiliki ide bisnis dan akan melakukan praktek bisnis dalam ruang lingkup kecil. Pada stage 2 siswa akan merasa benar-benar menjadi seorang pebisnis dan menjalankan ide tersebut ke dalam bentuk bisnis. Pada stage 3 guru menyusun rencana pembelajaran dan tahu akan kebutuhan siswa. Selama kegiatan bisnis tersebut guru dapat membuat penilaian formatif dan sumatif  dengan cara mendesign penilaian pengetahuan dan keterampilan siswa. Berikutnya kelompok mengisi lembaran yang dibagikan berupa outcomes to create assessment opportunities dengan cara mendeskripsikan 2 jenis penilaian formatif dan 1 penilaian sumatif selama kegiatan bisnis tersebut. 

 

Pukul 13.00 masih di hari yang sama, setelah makan siang peserta pelatihan program HOTS – Social Science melakukan kegiatan school visit di dua sekolah yang berbeda yaitu grup 1 kelompok koala di Keysborough Collage dan grup dua kelompok kanguru di Clayton North Primary School. Tepat pukul 1.30 pm setelah menempuh perjalanan selama 15 menit peserta sampai di Clayton North Primary School. Memasuki area sekolah ternyata tidak memiliki pintu gerbang yang besar seperti di Indonesia berupa pintu kecil berpagar besi hitam dengan dikelilingi pagar dan gedung berlantai satu berbatu bata merah seperti ciri khas yang dimiliki Australia.

Wakil kepala sekolah Edward menyambut dengan ramah diawali dengan kata sambutan, gambaran umum sekolah yang telah berdiri sejak 150 tahun yang lalu diselingi kesempatan bertanya dari peserta di tengah lapangan sekolah. Kegiatan tersebut berbarengan dengan jam istirahat siang siswa dengan berbagai aktivitas bermain di taman dan lapangan, makan siang dan membaca di kursi kayu di tengah lapangan sekolah. Gambaran umum dari sekolah terdiri dari 320 siswa, jumlah perkelas 25 orang dengan tenaga pengajar sekitar 26 orang. Clayton North Primary School merupakan sekolah dinamis yang multikultural dimana siswa yang datang dari lebih 40 % negara-negara di dunia yang menggunakan 60 bahasa dalam keseharian mereka seperti Cina, Vietnam, Indonesia, India dan ragam etnis lainnya. Kebanyakan siswa merupakan anak-anak yang orangtuanya sedang mengambil tugas belajar di perguruan tinggi selama 1-4 tahun dimana meraka datang dan pergi selama kurun waktu tersebut. Terdapat 4 nilai prinsip sekolah yaitu creativity, respect, acceptance dan responsibility. Prinsip yang menjadi poin penting yaitu acceptance dan responsibilty dimana semua guru harus menyampaikan hal ini kepada semua siswa agar bisa menerima perbedaan dan keberagaman yang ada. Penting ditanamkan hubungan sosial diantara siswa agar mereka merasa senang dan ingin kembali ke sekolah di hari berikutnya.

 

Mengenal lingkungan belajar di Clayton North Primary School, tatanan ruang yang sangat fleksibel dan nyaman sebagai tempat belajar siswa terdapat ruang kelas, area bermain yang dilengkapi berbagai alat permainan dimanfaatkan siswa saat beristirahat serta lapangan olah raga. Lingkungan belajar yang ada dapat meningkatkan pembelajaran secara akademis dan pembelajaran fisik seperti bermain yang menyenangkan di luar kelas sehingga berpengaruh pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam KBM. Pada saat jam makan siang, peserta didik bebas memilih dalam mengisi kegiatannya seperti belajar memasak, kerajinan tangan ataupun bermain. Sekolah lebih mementingkan hubungan sosial dengan peserta didik agar mereka setiap bangun tidur ingin segera berangkat ke sekolah. Bagian–bagian ruang di Clayton North Primary School terdiri atas ruang kelas, ruang administrasi, ruang STEM, ruang Discovery Centre, ruang untuk orang tua dan kebun. Semua kegiatan dan tanggungjawab di sekolah dilakukan oleh guru tanpa mengenal karyawan sebagai petugasnya.

 

 

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan di Abad 21 yaitu mengarahkan peserta didik siap untuk mempunyai skill pada suatu pekerjaan dan pembelajaran berbasis HOTS untuk meningkatkan daya berpikir peserta didik yang kritis dan kreatif. Kegiatan belajar mengajar siswa tersusun dalam portofolio yang memungkinkan orang tua mengikuti perkembangan belajar peserta didik dengan mudah. Untuk meningkatkan peran orang tua dalam kemajuan belajar peserta didik menggunakan digital  portofolio yang menyajikan informasi kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik yang faktual (real time). 

 

Aktivitas sekolah dimulai pada pukul 9.00 am dan berakhir pukul 15.30 pm. Ketika orangtua masih sibuk bekerja maka siswa masih dibolehkan untuk berkegiatan disekolah sampai pukul 18.30 yang disbeut dengan program School Care. Kegiatan pembelajaran dengan susunan kegiatan belajar : 1) 10 menit awal orang tua ikut kegiatan di kelas dengan menemani anak membaca, 2) Kegiatan belajar mengajar dengan komposisi 5 jam pelajaran matematika, 5 jam baca tulis dan 5 jam Inquiry, 3) 5 Jam Inquiry difokuskan pada kegiatan pembelajaran IT, menganalisa desain dan kelas pilihan yang terdiri dari Olah Raga,Seni dan Bahasa Jepang, 4) 5 Jam dalam pembelajaran tematik yang menggabungkan beberapa Kompetensi dan pembelajaran yang menantang peserta didik, 5) Level 1-6 pembelajaran yang disajikan 3 jam mata pelajaran wajib, ada mata pelajaran yang ditetapkan oleh negara bagian dan sekolah menentukan sendiri mata pelajaran tertentu. Sebagai gambaran Kelas 1 dibagi menjadi 4 kelas dan pada saat tertentu ada penggabungan kelas seperti, kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4 serta kelas 5 dan 6.

Kelengkapan ruang kelas terdapat kelengkapan belajar berupa 10 perangkat IT berupa 10 komputer, map tentang peserta didik dilengkapi foto, nama dan negara asal, tempat perlengkapan alat tulis di tiap meja, perpustakaan kelas, dinding penuh dengan hasil karya peserta didik, informasi tujuan pembelajaran dan hasil yang dicapai peserta didik, dokumen dan hasil Inquiry peserta didik (penelitian seperti pot penanaman benih tumbuhan), monitor dan kelengkapan IT untuk mengakses informasi juga sebagai media, lemari tempat dokumen portofolio peserta didik, tempat tas dan perlengkapan pribadi siswa lainnya.

 

Terdapat juga ruang kelas STEM dimana pembelajaran diberikan kelas 1 sampai kelas 6 dalam 1 minggu waktunya selama 1 jam, menggunakan teknologi digital, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa terkait teknologi digital, terlibat dalam sains teknologi dunia. Pembelajaran dengan menggunakan IT sesuai level peserta didik , misalnya membuat desain, menggunakan teknologi komputer membuat email dan memanfaatkannya sampai robotic.

Walaupun sekolah negeri, jenis pembiayaan terdapat kesetaraan dimana ada 2 macam pembiayaan yaitu 1) biaya pokok, yang sifatnya fleksibel, dan 2) biaya pemerintah, sifatnya tidak fleksibel sebesar AUS$300 selama setahun. Apabila ada orangtua yang tidak sanggup membayar maka pihak sekolah akan mencari solusi sehingga tetap ada hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

 

------------------------------------------------------------

Kontributor / Sumber : Gatot Malady, Fitri Anita, Kiptiyah, Nani Suharni. 
Dokumentasi : Noli Wibowo
Editor : Alvisah
Dipublikasikan oleh

: Seksi Data dan Informasi P4TK PKn dan IPS Kemendikbud

 

 

Search