Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kabar dari Guru Profesional Indonesia di Negeri Kanguru (10)

Historical Inquiry

 

(Melbourne, 14 Maret 2019). Pengalaman luar biasa diberikan Dr. Rosalie terkait pembelajaran HOTS, terutama untuk mapel Sejarah. Beliau menggunakan metode yang terbilang sederhana namun menantang dan menyenangkan. Dr. Rosalie Triolo adalah dosen senior di Monash University, sekaligus Presiden asosiasi guru sejarah di negara bagian Victoria dan juga sebagai wakil ketua asosiasi guru sejarah se-Australia.

 

Dalam mempraktikkan pembelajaran inquiry, setidaknya ada 3 skenario pembelajaran HOTS yang dipraktikkan, antara lain sebagai berikut.

Skenario Pembelajaran 1

Dalam pembelajaran inquiry, pada awal pembelajaran, Dr. Ros membagikan selembar artikel tentang sejarah Roma, artikel ini  berbahasa Italia. Setiap peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan yang disajikan di dalamnya, dan peserta sebagian besar mampu memecahkan pertanyaan-pertanyaan dengan membaca, mengeja kata demi kata. Ini membuktikan bahwa belajar bukan karena kemampuan berbahasa atau penjelasan yang diberikan terlebih dahulu oleh guru, tetapi karena kemampuan setiap orang untuk bisa menginterpretasikan apa yang dilihat, diamati dan diterjemahkan sendiri. Dibutuhkan kemampuan berpikir tinggi. Inilah makna HOTS.

 

 

Skenario Pembelajaran 2

 

Pada skenario ini, kami diberi penggalan buku yang ditulis oleh Dr. Rosalie Triolo. Buku ini berjudul “A Thai Journey” dicetak tahun 1998. Berisi tentang  kisah seorang guru yang harus membuat sebuah laporan dari perjalanan tugasnya dalam kegiatan asosiasi guru ke Sukhothai, Thailand. Di balik ketidakmampuannya dalam memahami bahasa Thailand, guru tersebut harus menyusun laporan kepada pimpinannya dan juga untuk dijadikan sebagai media pembelajaran kepada siswa. 

 

Meskipun begitu, si guru tidak kehilangan akal, dengan berbagai informasi, data, photo, buku, brosur dan lainnya disusun dan dipilah sedemmikian rupa, dan kemudian dia menempatkan dirinya sebagai siswa, dengan membuat pertanyaan-pertanyaan, menyelidiki dan menyelesaikan, serta mencari persamaan-persamaan antar budaya setempat (Australia) dengan Sukhothai dan Negara lainnya dari data, gambar dan informasi yang dia dapatkan. 

 

 

 

 

Skenario Pembelajaran 3

 

Dr. Rosalie kembali membagikan foto dan gambar, yang berisi berbagai macam gambar, ke setiap meja kelompok. Setiap kelompok diminta memilih 2 gambar, dan menyebutkan pertanyaan-pertanyaan yang yang sesuai dengan gambar tersebut, dengan menggunakan Q-MATRIX. 

 

Dalam sebuah kesempatan, Dr. Ros mendatangi salah satu kelompok, yakni kelompok guru sejarah. Secara insting, kelompok guru sejarah tersebut langsung membuat ‘time-line’ atas gambar-gambar tersebut. Setelah tersusun, mereka mencari penjelasan-penjelasan serta alasan-alasan, mengapa gambar tersebut ada di urutannya.

 

Ketika mereka membahas, Dr. Rosalie ikut nimbrung. Secara insting pula, mereka membahas peristiwa sejarah terkait gambar-gambar tersebut. Bahkan, beliau sempat mengoreksi time-line yang dibuat. Lama-lama, beliau sadar jika mereka sedang mengerjakan tugas. Akhirnya dengan tertawa beliau pergi. Begitulah, sesama pengajar sejarah, mempunyai ikatan kuat, walaupun terkendala bahasa. Apalagi setelah disampaikan bahwa Sejarah Australia menjadi salah satu mata kuliah wajib di jurusan pendidikan sejarah di Indonesia. Beliau terkejut sekaligus senang mendengar info tersebut

 

 

Demikian ketiga skenario yang dilakukan selama sesi pertama pada hari Kamis, 14 Maret 2019. Dengan ketiga skenario tersebut, tak terasa setengah hari telah kami lewati. Intinya, pembelajaran tadi sangat bisa dilakukan di Indonesia. Tidak hanya untuk mapel Sejarah, namun bisa untuk semua mapel. Seandainya pelatihan di Indonesia seperti ini, maka tentu akan menambah pengetahuan yang didapat oleh peserta pelatihan. Dengan langsung mempraktikkan, peserta langsung merasakan efek dari pembelajaran HOTS. Tidak hanya sekedar menerka kira-kira seperti apa pembelajaran HOTS.

----------------------------------------------------

Kontributor: Gatot Malady, A.M. Marfianto.

Foto: M. Hakim

 

 

Search