Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Workshop Bedah DIPA (II)

Kuatkan Perencanaan Program, PPPPTK PKn dan IPS Terapkan Manajemen Risiko

 

Jumat (05/04/2019), Workshop Bedah Daftar Isian Perencanaan Anggaran (DIPA) PPPPTK PKn dan IPS Tahun Anggaran 2019 memasuki hari kedua. Dua agenda utama hari ini adalah pemaparan Kebijakan PPPPTK PKn dan IPS, dan pemaparan tentang Manajemen Risiko yang dilanjutkan dengan menyusunan peta risiko. 

Pemaparan Kebijakan PPPPTK PKn dan IPS oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Subandi. Subandi mendorong tiap bidang untuk merancang inovasi-inovasi program dengan giat berkolaborasi untuk menyongsong predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dalam program Reformasi Birokrasi.

Saya siap menandatangani revisi anggaran DIPA atau POK apabila itu ada inovasi program yang layak dan perlu dieksekusi,” tegas Subandi.

Pemaparan tentang Manajemen Risiko oleh Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), Fitria Firayama, dan Sekretaris SPI, Nurrollich El Kasfy. Manajemen Risiko adalah proses mengidentifikasi apa saja yang berpotensi dapat memengaruhi satuan kerja, mengelola risiko agar berada dalam batas toleransi risiko, dan menyediakan penjaminan memadai terkait pencapaian tujuan satuan kerja. Penerapan manajemen risiko yang optimal dapat secara efektif mendeteksi penyimpangan dalam perencanaan anggaran dan pelaksanaan program.

Tiap kelompok diskusi memetakan risiko yang mungkin terjadi pada bidang program.Tiap kelompok diskusi memetakan risiko yang mungkin terjadi pada bidang program anggaran DIPA.

 

Setelah menyimak pemaparan tersebut, seluruh peserta mulai menyusun peta risiko berdasarkan empat bidang pokok anggaran, yaitu: program peningkatan kompetensi, program inovasi dalam pembelajaran, program perencanaan sarana dan prasarana, serta program layanan manajemen satuan kerja.

Hari ketiga Senin (08/04/2019) akan diisi dengan presentasi hasil penyusunan peta risiko dari empat bidang pokok anggaran di atas. Penyusunan peta risiko adalah bagian utama dari kebijakan penerapan manajemen risiko yang berperan penting dalam mencapai penyelenggaraan lembaga yang baik (good governance). 

 

Penulis: Tricahyo Abadi

Search