Berita

Publikasi Berita PPPPTK PKn dan IPS

Kepala Sekolah di Mataram di beri "Penguatan"

Lombok, Kota Mataram 09 Oktober 2019

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKn dan IPS, DR. H. Subandi, MM menutup Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah di Kota Mataram yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram yang diselenggarakan di Hotel Same Mataram tgl 2 - 09 Oktober 2019.

Acara Penutupan Diklat Penguatan Kepala Sekolah, Disamping Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKn dan IPS, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq Mulianah, M.Pd.i dan Khatib Syuriah PWNU NTB / Pengurus BPP UNU NTB, DR. H. Adi Fadli, M. Ag.

Dalam sambutannya Bandi menyampaikan tentang Kebijakan Penguatan Kepala Sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tantangan bagi Kepala Sekolah, Kepala Sekolah hendaknya bisa menjaga sekolah dari berbagai macam pengaruh negatif yang saat ini sedang marak, seperti Bullying, adanya faham-faham ekstrem di sekolah seperti Radikalisme, Kekerasan, Terorisme, dll.

Dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Diklat Penguatan Kepala sekolah,  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB menyiapkan Tim Terapis NSC (Nusa Tenggara Sport Center)   untuk penanganan kesehatan Peserta Diklat. Tim terapis tersebut merupakan lembaga yang  berada di bawah naungan Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Pendidikan UNU NTB. Hal ini Sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan maksimal terhadap kesehatan peserta dan penyelenggara Diklat Lembaga penyelenggara Diklat (LPD) UNU NTB kata Rektor UNU yang akrab dipanggil Baiq.

Dari awal diklat berlangsung Tim NSC membuka stand untuk cek kesehatan untuk peserta diklat dan sudah 102 peserta sudah kami tangani dengan diaknosa 57 orang mengalami tekanan darah tinggi, 12 orang mengalami tekanan darah rendah, 33 orang tekanan darah normal, dari 102 orang peserta ini menderita berbagai macam penyakit seperti lumbar pain (sakit pinggang), shoulder ache (sakit bahu), sakit kepala, sakit gigi, demam, Hernia Nucleus Pulposus (saraf terjepit), ambeien, rematik, pembengkakan jantung, sakit ginjal, stroke, suka ngntuk dalam proses belajar hal ini wajar karena peserta memiliki umur rata rata di atas 53 tahun dan bahkan tahun depan beberapa orang yang akan pensiun dan peserta jarang melakukan aktivitas fisik (olaharga).

Bapak Aspan salah satu peserta diklat menyatakan bahwa setelah diterapi oleh Tim NSC UNU NTB maka perubahan yang dirasakan adalah rasa sakit hilang, rasa sakit mendingan, tidur lebih enak dan relax. Beliau menyatakan sangat berterima kasih dengan adanya tim kesehatan yang disiapkan oleh Universitas Nahdlatul Ulama.

 “saya mengalami stroke ringan tubuh bagian kanan mengeras susah berjalan dan sulit menulis karena kaku, sebelum datang mengikuti diklat sudah dirawat di RS Lombok Tengah, dan baru sehari keluar dari rumah sakit langsung mengikuti diklat. Namun Alhamdulillah atas izin Allah SWT. Setelah diterapy oleh tim kesehatan NSC yang disediakan oleh penyelenggara dalam hal ini Universitas Nahdlatul Ulama saya sekarang sudah lebih membaik dari sebelummnya dan bisa mengikuti diklat sampai selesai”. Jelasnya

 

Search